Inovasi Barong Lontar dari Desa Canggu

  • 20 Maret 2019
  • Dibaca: 446 Pengunjung
Inovasi Barong Lontar dari Desa Canggu
Putu Arif adalah salah satu pemuda asal Banjar Babakan Desa Canggu, yang mempunyai pemikiran inovatif. Memanfaatkan barang yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bisa bernilai dengan kreatifitas yang tidak lepas dari seni dan sosial budaya. 
 
Terciptanya Barong Ental berawal dari hasil pemikiran dan ide-ide kreatif dengan mengajak organisasi pemuka yang bernama STT Dharma Sentana. Barong ental terbuat bahan utamanya ental, tikar, uang kepeng dan topeng barong. Barong ini sangat kental dengan nilai-nilai filosofi yang ingin dikenalkan kepada generasi muda, seperti ental, uang kepeng dan makna barong itu sendiri. 
 
Barong dalam pengertian sebagai rong atau rongga sebagai sesuatu ruangan, yang jika terisi dengan pengetahuan yang tertuang pada ental dengan tulisan aksara Bali, tentunya materi yang dilambangkan dengan uang kepeng akan mengikuti.
 
Ental adalah salah satu bahan yang dipergunakan oleh kaum perempuan Hindu untuk membuat sarana upacara persembahan kepada Tuhan yang maha Esa / Ida Sang Hyang Widi dalam agama Hindu. Setiap upacara besar ataupun kecil seperti hari raya Galungan dan Kuningan ataupun upacara di Pura-Pura, digunakan dalam jumlah yang lumayan banyak.
 
 Ental sangat disukai dipergunakan karena tidak mudah rusak mengandung nilai estetika yang tinggi. Pada jaman dahulu, oleh orang suci agama Hindu membuat tulisan sakral pada ental yang disebut Lontar.  
 
Dan ketika upacara selesai ataupun habis hari raya, banyak sarana yang terbuat dari ental dibuang menjadi sampah. Hal ini menjadi salah satu buah pemikiran dari Putu Arif untuk memanfaatkan ental-ental yang sudah tidak terpakai bisa dipergunakan kembali. 
 
Apalagi untuk bisa mengenalkan aksara Bali kepada generasi muda perlu sarana yang mudah didapat dan bisa dituangkan dalam bentuk kreatifitas seni dengan budaya lokal. Banyak ide-ide yang muncul untuk mendukung kreatifitas anak muda di lingkungan banjar yang mungkin bisa dengan mudah diterapkan dan disukai oleh banyak kalangan. 
 
Pemilihan Barong ini karena, barong sudah menjadi bagian yang melekat dengan masyarakat Bali dan sangat disukai tidak hanya masyarakat Bali, bahkan wisatawan manca negara. Tari Barong sangat disukai dan di beberapa tempat sangat disakralkan. 
 
Pada proses pembuatan barong ental, dengan melibatkan organisasi pemuda yang bernama STT Dharma Sentana. Rambut barong terbuat dari ental yang sudah diisi dengan tulisan aksara Bali. Setiap helai rambut barong adalah merupakan tulisan yang menyiratkan pembelajaran yang unik untuk pengenalan aksara bali. 
 
Aksara Bali atau huruf Bali bagi kalangan generasi muda, generasi milenial banyak yang tidak mengenal atau kurang bisa membaca huruf Bali itu sendiri. Mereka bisa membuat tulisan-tulisan gaya anak muda yang lucu dan unit dalam huruf aksara Bali. 
 
Ini akan sangat menyenangkan bagi  teruna teruni untuk membuat tulisan yang sekreatif mungkin. Dengan adanya Barong Ental ini, sebagai potensi luar biasa yang dipunyai masyarakat untuk bisa dimanfaatkan sebagai sarana penunjang ekonami masyarakat. 
 
Apalagi Desa Canggu sebagai desa pariwisata, pementasan Barong Ental di pantai sangat disukai wisatawan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dengan pengelolaan yang baik tentunya akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat dalam hal pendapatan ekonomi kepada masyarakat. (Chandra)
  • 20 Maret 2019
  • Dibaca: 446 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel